Pulau Kanawa | 18 Maret 2013

by - Juli 31, 2014



Pulau Kanawa merupakan pulau kecil di darah Nusa Tenggara Timur seluas 32 hektar. Pulau ini letaknya hanya 15 km dari Labuan Bajo, butuh waktu 45 menit menyebrang menggunakan kapal dari Labuan Bajo. Pulau ini dikelola dengan baik oleh warga asing. Di pulau ini terdapat penginapan, dive center, restaurant dan bar. Untuk penginapan disini terdapat 3 jenis, yaitu bungalow, bale-bale dan tenda. Kisaran harga penginapan di pulau ini Rp100.000 - Rp450.000 tergantung jenis dan kapasitas orgnya dan harga tersebut sudah termasuk fasilitas antar-jemput dari/ke Labuan Bajo dengan jam yg udah ditentukan. Tapi kalo kalian mau request jam sendiri bisa aja dengan sewa kapal seharga Rp350.000 sekali jalan. Untuk harga makanan rata-rata Rp50.000, dan dari pulau ini juga bisa mengambil paket tour keliling pulau dan mengunjungi spot snorkiling terbaik di sekitarnya seperti pulau Komodo, Rinca, Pink Beach, Manta Point dengan harga Rp250.000 - Rp400.000 per orangnya, tergantung jumlah peserta yang ikut dalam tour tersebut. 

18 Maret (13 days and 14 islands for the best 15th | Jakarta - Lombok - NTB - NTT - Bali)


KANAWA!!! Ini dia pulau yang emang saya pengen banget kunjungi dalam perjalanan panjang ini. Pulau kecil yang berasa pulau sendiri kalo nginep disini deh. Siang itu sekitar jam 12 saya udah stay di office kanawa resort untuk taro barang bawaan lalu kita pergi sebentar untuk cari makan siang deket-deket sana. Saat itu kita mutusin untuk makan di warung padang tapi ada pecel ayamnya juga. Harga pecel ayam disini lumayan juga, Rp25.000 seporsi. Jadi kalo mau beli makan mendingan ikan ya lebih murah, secara daerah pesisir hmmmm. 

Sekitar jam 1 lewat kapal kami berangkat yang berisi barang-barang belanjaan keperluan di Kanawa dan ada 3 turis asing juga. Selama perjalanan kita semua ngobrol mendengarkan curhatan salah satu bule yang lagi kesel. Jadi dia kakinya kena ikan beracun, trus dia protes kenapa ga ada helikopter atau sarana medis yg lengkap di pulau Kanawa dan jarak tempuh yang lumayan lama dari/ke Labuan Bajo. Karena kalo didiemin lama bisa meninggal. Hmmm saya ngedengernya kesian tp ya bingung. Ya namanya juga pulau, mana ada fasilitas helikopter, kalo pun dari kotanya juga emg minim karena Labuan Bajo bukan Jakarta kaaaaannnn. Tapi mungkin kedepannya akan ada fasilitas yang bisa lebih baik untuk menangani hal seperti itu, ya semoga aja terus berkembang. Amin.


Sampai di Kanawa yeay! Langsung disambut dengan biru lautnya yg bersih, pasir putih halus dan bukit-bukit indah yang menjadi latar belakang pulau ini. Tapi sayang banget pas kita dtg jembatan dermaganya rusak karena ke ombak dan hujan katanya, jadi sisa sedikit deh itu jembatannya, jembatan yg baru belum jadi. Jadi kalo lagi surut harus pindah ke boat kecil buat ke dermaganya. Tanpa ragu langsung kita menuju ke restaurant untuk cari minuman dingin dan buah segar! sambil nunggu kamar kita disiapin. Kita memilih kamar jenis bale dengan alasan posisinya lebih deket ke pantai dan lebih enak viewnya. Untuk kamar jenis bale kita cukup membayar 300.000 permalamnya, dikarenakan kita bertiga. Kalo cuma sendiri atau berdua itu beda lagi harganya.

(pemandangan dari restaurant)

(jenis kamar bale yang langsung menghadap ke pantai)

(kamar mandi umum)

(jenis kamar tenda)

Setelah bale kita siap, langsung taruh barang di bawah kasurnya. Jadi jangan bingung mau taro barang dimana, karena dibawah kasur ada tempat taruh barang. Saat itu 4 tas besar muat kok. Di setiap bale disediain ember sedang berisi air bersih untuk kita cuci kaki, lampu gantung, colokan listrik dan jemuran kayu. Jalur menuju tiap kamar ditata menggunakan kerang-kerang putih yang indah di setiap pinggir pasir untuk membatasi jalur pasir dan rumput hijau segar. Tapi ya mesti hati-hati juga karena suka banyak semut merah. Lumayan kalo kena kaki. Oh iya, sistem listrik dan air disini ya sama seperti normalnya pulau-pulau lain, yaitu baru akan beroperasi jam 18.00 , jadi ya kalau siang-siang mau mandi ya langsung nyemplung aja ke laut. Kan depan kamar udah pantai, bisa sambil main sm hiu juga. Tapi hiunya ga dikandangin kaya di Karimunjawa atau di Derawan ya. Disini hiunya ya emang bener dilepas aja di laut.

Sekitar jam 5 sore, saya sm dua teman saya mau hunting foto dengan naik ke bukit belakang. Karena dari situ kita bisa lihat keindahan pulau ini yang sesungguhnya. Treknya lumayan nanjak lah, tapi bisa ditempuh dengan waktu 15-20 menit aja kok, tergantung kitanya juga. Tapi ketika sampai diatas langsung hilang rasa capeknya, ya karena emang indaaaaaaahhh banget. 

(hamparan laut biru yang indah disertai gugusan pulau)


(disarankan pakai sepatu atau sendal gunung, karena kalo pakai sendal jepit ya ngeri kepleset atau jatuh aja. Lumayan berasa juga kaaann)

(THIS IS KANAWA!)

(pemandangan bungalow dari puncak bukit)

(yes we are on the top)

19 Maret (13 days and 14 islands for the best 15th | Jakarta - Lombok - NTB - NTT - Bali)

Good morning Kanawa!
(pemandangan saat membuka mata pertama kali)

Jarang-jarang bangun tidur langsung menghadap ke laut kan. Tidur cuma di bale kecil yang ditutup tirai bambu, tapi nyaman. Penginapan disini juga dapat breakfast, ya breakfastnya ala-ala bule lagi seperti biasanya. Sehabis breakfast saya langsung siap-siap buat hopping island. Kali ini saya sendiri yang snorkling gabung dengan para diver. Karena yang punya bule jadi ga bisa tanpa lisence, tapi bener juga sih itu hehe. Ga kaya di pulau lain yang bisa sebebasnya. Oke, utamakan keselamatan! Oh iya, untuk trip kali ini saya bayar Rp250000 ya masih itungan standar disini.

(inilah bale kita, agak sedikit berantakan yah dimaklumi aja)

 (ini dive center di pulau kanawa)

Hopping island kali ini spotnya ke wainilu, manta point dan 1 lagi saya lupa namanya hehehe. Spot pertama saya kali ini manta point. Awalnya dive masternya bilang, akhir-akhir ini agak sepi mantanya dan kalo beruntung bisa diliat dari permukaan. Yak, bete juga kalo ga ketemu manta. Yang lain sih pasti akan nemu manta karena mereka diving, saya cuma snorkling aja.sendiri.

Baru 15 menit turun ke air, ga lama diver perempuan balik lagi ke atas permukaan dan dia bilang finnya lepas sebelah. Selang beberapa detik buddynya ikutan naik juga buat nemenin dan mutusin untuk snorkling aja. Dalam hati saya mah, lah kenapa ikutan naik ya kan bisa minta buddynya ambilin finnya yang sebelah. Tapi ga apa deh, saya jadi ada temennya di permukaan. 

Manta!!! yeay akhirnya rombongan manta mulai muncul. Sekitar ada 5 manta berenang di bawah saya bersama para diver lainnya. Saya ga bisa ambil foto mantanya karena kamera yang saya bawa kurang memadai. Jadi ya dinikmati aja dari jarak yang masih aman.

Spot kedua yaitu wainilu. Untuk karangnya biasa saja dan banyak yang sudah rusak juga. Tapi banyak ikan kecilnya. Disini diceritain kalo komodonya suka berenang ke laut dan bisa sampe 6m dari daratan. Lah ini posisinya lumayan deket. Alhasil saya minta temenin awak kapalnya deh. Karena yang lain kan diving semua.

(kapal yang mengantar saya untuk hopping island, enak ada beanbagnya buat tiduran di lantai duanya dan kapalnya bersih banget)

(manta dari kejauhan)

 (rombongan saya yang baru selesai diving di wainilu, kalo diliat sih ini di belakangnya pulau komodo)

Kembali ke Kanawa!
Sekitar jam setengah tiga, kami sudah sampai di kanawa kembali. Panasnya juara deh emang flores nih. Langsung lah taruh barang di bale dan nyemplung ke laut. Ya berhubung lautnya depan bale kita, jadi kalo kepanasan dikit ya mending masuk air aja, enak adem.


20 Maret (13 days and 14 islands for the best 15th | Jakarta - Lombok - NTB - NTT - Bali)


(sunrise di pulau kanawa)

(sunrise di pulau kanawa)

Pagi-pagi sekali saya sudah harus meninggalkan pulau cantik ini. Saya memesan kapal lagi karena fasilitas antar-jemput tidak sesuain dengan keberangkatan kapal kami ke Bima untuk kembali ke Lombok. Jadi kami menyewa kapal seharga Rp350.000 dan tetap dibungkusin breakfast sama chefnya yang baik.

Sampainya di Labuan Bajo, kami langsung registrasi tiket ke temennya mas Abdul (guide dr kencana travel). Untung aja nanya-nanya sama mas Abdul, jadi lebih gampang nyari tiketnya. Tiket bus ini sudah termasuk tiket kapal dan bus sambungannya. Dengan bayar Rp250.000 itu sudah bisa sampai ke Lombok. Ya perjalanannya butuh waktu sehari semalam dan berganti-ganti bus sih, tapi nikmatin aja pemandangan road tripnya dan pengalaman baru tentunya.

Di kapal kami bertemu turis yang bareng sama rombongan kencana tour travel, tapi yang di kapal satunya. Ya lumayan jadi ada cowoknya buat jagain ahahhaha, total kami berempat deh buat menuju Lombok. Saat masuk ke kapal, kami ditawari yang menggunakan kasur tingkat dengan membayar Rp20.000, ya lumayan buat selonjoran kan karena penyebrangan memakan waktu 6-7jam. Jangan lupa membeli nasi kuning seharga Rp5.000 di depan pelabuhan buat sarapan di kapal. Di kapal juga terdapat sejenis kantin gitu. Makanannya ada ragam  indomie, cemilan dan minuman lainnya. Jadi jangan takut kelaparan kalo di kapal itu.

Fasilitas kamar mandi di kapal ini bisa dibilang bersih dan AC dikapal sih dingin, tapi ada beberapa oknum yang ngeselin. Rombongan bapak-bapak nurunin swing AC itu ke arah dimana mereka duduk di lantai rame-rame sambil main kartu dan MEROKOK! Pintu dekat AC juga dibuka lebar, ya kan jadi ga berasa dong ACnya. Karena ngerasa mengganggu dan banyak anak kecil di area situ, saya laporin aja ke petugas kapalnya dan mereka dimarahi untuk mematikan rokoknya dan menutup pintunya kembali. Tapi ya namanya orang Indonesia, emang ga ada kapoknya. Di tegur ratusan kali juga ga mempan, harus di sodorin pedang kayanya baru pada nurut.

(sarapan nasi kuning di dalam kapal) 

(kondisi kapal)

Jam 15.00 saya tiba di Sape. Sape merupakan sebuah kecamatan di kabupaten BimaNusa Tenggara BaratIndonesia. Dan satu-satunya kecamatan yan memiliki Pelabuhan laut di Kab. Bima, yg menghubungkan Labuan Bajo - NTT. Dari Sape saya melanjutkan perjalanan dengan menggunakan mini bus menuju terminal Bima. Perjalanan ini lumayan memacu adrenalin. Supirnya ngebut dan jalanannya meliuk-liuk dengan sisi jurang da tebing. Ditambah jalanan tidak sepenuhnya bagus. Hanya saat sudah memasuki perkotaan, jalanan mulai kembali normal.


Tiba di terminal Bima skitar jam 17.00, sambil menunggu bis keberangkatan ke Mataram/Lombok kami makan dulu di warung sekitar terminal. Banyak rumah makan di terminal ini. Sambil membeli bekal untuk di perjalanan. Saat keliling-keliling liat bus yang akan saya naiki nanti, ada satu bus tujuan Mataram/Lombok yang masih baru dan satu lagi kaca depannya sudah retak besar. Dalam hati berharap kalo bus saya bukan yang kacanya retak. Tapi ya mau gimana lagi, ternyata itu bis yang akan saya naiki. Oke sekitar jam 19.00 bus berangkat! Di bus padahal udah persiapan pake jaket karena biasanya dingin kan yah bus kaya gitu, tapi ternyata panas banget, AC bus rusak. Jadiliah kami semua di dalam bus ini kepanasan. Udah kaca retak bekas tabrakan dan AC rusak. Berdoa sepanjang jalan.

Tips nih kalo naik bus dari sana, harus perhatiin banget gerak-gerik kalo ada pengamen atau pengemis anak kecil. Karena mereka udah terlatih banget buat mencuri. Temen saya hambir kecopetan, tapi untungnya ada seorang bapak-bapak yang memergoki dan memarahi bocah itu. Kami diberitahu kalo sudah banyak yang seperti itu dan harus lebih berhati-hati lagi. Jadi jangan sampai terkecoh dengan bocah lugu.

Pelabuhan Pototano! kami sampai di pelabuhan ini sekitar jam 03.00, bus parkir di dalam dan para penumpang naik ke deck atas untuk duduk dan menikmati udara laut. Cukup dingin sih anginnya, tapi tetep ga bisa tidur. Jadikami hanya ngobrol dan beruntung bisa charge hp disana dengan bayar Rp3.000 saja. Penyebrangan kali ini tidak terlalu lama. Jam 06.00 kami sudah tiba di pelabuhan Kayangan. Bus melanjutkan perjalanan kembali menuju Terminal Mandalika dimana yang merupakan pemberhentian terakhir dari tiket bus Rp250.000 itu. Sekitar jam 08.00 saya tiba di terminal Mandalika atau disebut Bertais. Sesampainya saya dan teman saya makan dulu di warung terminal ini.

Tips jika ditawari sewa angkot di terminal ini harus hati-hati. Kalo hanya bertiga atau berempat lebih baik telp taxi dan minta dijemput disini. Tapi kalo rombongan banyak boleh saja sewa angkot karena akan lebih murah. Mas-mas angkot disini lumayan rese, baru turun dari bus langsung diserbu. Walopun udah pake jurus udah ada yang jemput atau mau makan dulu tetep aja diikutin kemanapun kita pergi. Terlebih lagi saya berempat, 3 cewek dan 1 cowok tapi bule. Jadi deh mereka ngikutin terus dengan nawarin harga sewa yang ga normal. Untungnya pemilik warung baik dan menyarankan telp taxi saja, karena harga yang ditawarkan mas angkot tersebut mahal. Dan suka berubah harga setibanya nanti dengan berbagai alasan. Oke kita akhirnya pesen taxi burung biru saja biar lebih aman dan nyaman.

Pertama kami bertiga mengantar Merijn (turis belanda yang ikut rombongan kami) ke penginapannya, karena dia harus melanjutkan penerbangan ke Malaysia besoknya. Sedangkan kami lanjut ke pelabuhan bangsal dengan tujuan selanjutnya Giili Trawangan. Taxi dari terminal Mandalika ke pelabuhan Bangsal cukup membayar Rp130.000, itu lebih mahal sedikit karena kami mengantar Merijn dulu ke penginapannya. Jam 11.00 kami naik kapal dengan membayar Rp10.000. Tapi sebenarnya tiket kapalnya sekarang Rp12.500 tapi karena ada satu kapal yang udah mau berangkat dan masih ada sisa tempat duduk, kami ditawarkan dengan harga Rp10.000 tanpa harus antri beli tiket di dalam lagi. Ya alhamdulillah lah ya jadinya. 

Berangkat menuju Gili Trawangan...











You May Also Like

0 comments